Jumat, 31 Agustus 2012

Resensi Novel Because of You


Ketika pertama kali memikirkan holiday, hal pertama yang terbayang di dalam benak saya adalah bagaimana mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat. Saya membuka laptop, ingin meneruskan beberapa naskah fiksi yang belum selesai. Sayangnya, ketika membuka aplikasi Word, saya hanya bisa mengamati kelap-kelip kursor di sana. Termenung dalam kegamangan seorang penulis, mencoba memikirkan sebuah paragraf yang hangat, manis, dan menimbulkan kesan mendalam bagi pembaca.
Lama berpikir, akhirnya saya memutuskan untuk terlebih dahulu mencari bahan-bahan bacaan referensi. Diharapkan dari situ feeling dan wawasan menulis saya bisa lebih baik. Saya pun menelepon salah seorang sanak famili, menitip beberapa bahan bacaan.
Dua hari setelahnya, tiga buah novel tersaji di hadapan saya. Saya melirik cover dan judul novel tersebut satu-persatu, hendak memutuskan bahan bacaan pertama.
Baiklah, saya akan membaca novel ini terlebih dahulu, bisik saya dalam hati, sambil membuka sampul buku karangan Kak Kezia—yang juga salah seorang teman Fb saya. Warna cover yang mencolok, menjadi alasan saya memilih buku tersebut.
Nah, di blog ini saya akan mencoba membuat resensi mengenai karyanya. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi juga bagi Anda, penulis yang sedang gamang seperti saya. Atau, bagi Anda, para pembaca yang sedang mencari bahan bacaan fiksi berkualitas. Enjoy it  ^_^


 
Judul    : Because of You
Penulis  : Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Media Pressindo

Sinopsis dari back cover:
Apa yang kau rasakan saat tahu lelaki yang kau cintai saat ini adalah dalang kehancuranmu di masa lalu? Mencintai namun sekaligus membenci. Menyedihkan. Sungguh ini bukan perkara mudah. Setengah mati kau ingin melupakannya, membuang serpihan kenangan manis—yang pernah terjadi, di tengah lautan luas, dan berharap kau tak akan menemukannya kembali. Namun, sepertinya Tuhan berkehendak lain. Senyuman itu terus mengusikmu, hadir dalam setiap harimu seperti bayangan diri yang selalu mengikuti ke mana pun kaki melangkah.
Tak bisa kau pungkiri, jantungmu masih saja berdebar saat kau dengar namanya disebut. Semu merah di pipimu tak bisa kau tutupi saat momen-momen indah itu hadir kembali. Riuh batinmu masih merapal namanya.
Benar, kau masih mencintainya. Lalu bagaimana dengan masa lalumu? Haruskah kau menguburnya dan menata kembali masa depanmu, bersamanya?

Penilaian saya:
Ketika kali membuka halaman pertama, saya langsung dibuat terenyuh dengan sebuah kalimat di sana: “Cinta menyembuhkan manusia, baik yang memberi maupun yang menerimanya.” (Karl Menninger).
Selain itu, sebagai pembaca, saya juga dibuat kagum dengan kepiawaian penulis yang sudah menjalin konflik cerita semenjak bab awal. Penulis telah berhasil membuat landasan awal yang akan terhubung ke akhir cerita. Hal ini agak berbeda dengan beberapa novel yang saya baca sebelumnya dimana konfliknya tidak jelas dan  berputar-putar. Nyata sekali, ketika memutuskan membuat ceita, sang penulis sudah memiliki gambaran cerita yang kokoh.
Di dalam jalinan alur cerita, penulis juga piawai memainkan emosi pembaca. Ada perpindahan dinamika dari kesan persaingan ke kesan lucu, dari kesan romance ke alur mengharukan. Semua tertata apik, membuat pembaca tidak akan jenuh menghabiskan cerita.
Mengenai perihal gambaran kisah utamanya sendiri...Well, saya tidak akan membocorkan. Akan tetapi, saya akan sedikit memberikan gambara kecil agar Anda tertarik membaca. Kisah ini menceritakan mengenai kisah cinta segitiga antara Mariska dengan Mario dan Niko. Mariska merupakan seorang karyawati cantik yang terkesan alergi dalam memulai hubungan percintaan, dihadapkan dengan Niko—atasan yang suka mencari perhatian, dan Mario yang merupakan playboy serampangan. Ada pula rahasia masa lalu yang pada akhirnya mencuat ke permukaan. Pokoknya seru dan mengharukan!
Mengenai akhir cerita, novel ini benar-benar membuat klimaks yang bagus. Tidak ada yang menggantung di akhir cerita, semua pertanyaan dan misteri, terjawab di akhir. Suatu akhir cerita yang akan membuat pembaca terbayang terus, bahkan setelah selesai membaca. Kisah yang tidak akan terlupakan. Itulah beberapa kelebihan novel tersebut.
Sedangkan, mengenai kekurangan, hanya mengenai hal-hal teknis semata, yaitu kualitas kertas novel yang tipis dan mudah rusak. Hal ini bisa dimaklumi, mungkin penerbit ingin mengefisiensikan biaya operasional sehingga harga jual buku bisa terjangkau masyarakat. Dan, harga buku ini benar-benar sangat terjangkau.
Overall, kalau disuruh memilih satu dari lima bintang sebagai penilaian atas buku ini, maka saya akan memberikan empat bintang. Lalu untuk Anda pecinta novel romance, tidak boleh melewatkan buku ini ke dalam daftar baca Anda. Sekian resensi dari saya, semoga memuaskan. 

Tidak ada komentar: