Ketika pertama kali memikirkan holiday, hal pertama yang terbayang di dalam benak saya adalah
bagaimana mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat. Saya membuka laptop, ingin meneruskan beberapa naskah
fiksi yang belum selesai. Sayangnya, ketika membuka aplikasi Word, saya hanya bisa mengamati
kelap-kelip kursor di sana .
Termenung dalam kegamangan seorang penulis, mencoba memikirkan sebuah paragraf
yang hangat, manis, dan menimbulkan kesan mendalam bagi pembaca.
Lama berpikir, akhirnya saya
memutuskan untuk terlebih dahulu mencari bahan-bahan bacaan referensi. Diharapkan
dari situ feeling dan wawasan menulis
saya bisa lebih baik. Saya pun menelepon salah seorang sanak famili, menitip
beberapa bahan bacaan.
Dua hari setelahnya, tiga buah
novel tersaji di hadapan saya. Saya melirik cover
dan judul novel tersebut satu-persatu, hendak memutuskan bahan bacaan pertama.
Baiklah, saya akan membaca novel ini terlebih dahulu, bisik saya
dalam hati, sambil membuka sampul buku karangan Kak Kezia—yang juga salah
seorang teman Fb saya. Warna cover yang mencolok, menjadi alasan saya
memilih buku tersebut.
Nah, di blog ini saya akan
mencoba membuat resensi mengenai karyanya. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi
juga bagi Anda, penulis yang sedang gamang seperti saya. Atau, bagi Anda, para
pembaca yang sedang mencari bahan bacaan fiksi berkualitas. Enjoy it
^_^
Judul : Because of
You
Penulis : Kezia Evi
Wiadji
Penerbit: Media Pressindo
Sinopsis dari back cover:
Apa yang kau rasakan saat tahu lelaki yang kau cintai saat
ini adalah dalang kehancuranmu di masa lalu? Mencintai namun sekaligus
membenci. Menyedihkan. Sungguh ini bukan perkara mudah. Setengah mati kau ingin
melupakannya, membuang serpihan kenangan manis—yang pernah terjadi, di tengah
lautan luas, dan berharap kau tak akan menemukannya kembali. Namun, sepertinya
Tuhan berkehendak lain. Senyuman itu terus mengusikmu, hadir dalam setiap
harimu seperti bayangan diri yang selalu mengikuti ke mana pun kaki melangkah.
Tak bisa kau pungkiri, jantungmu masih saja berdebar saat
kau dengar namanya disebut. Semu merah di pipimu tak bisa kau tutupi saat
momen-momen indah itu hadir kembali. Riuh batinmu masih merapal namanya.
Benar, kau masih mencintainya. Lalu bagaimana dengan masa
lalumu? Haruskah kau menguburnya dan menata kembali masa depanmu, bersamanya?
Penilaian saya:
Ketika kali membuka halaman pertama, saya langsung dibuat
terenyuh dengan sebuah kalimat di sana :
“Cinta menyembuhkan manusia, baik yang memberi maupun yang menerimanya.” (Karl
Menninger).
Selain itu, sebagai pembaca, saya juga dibuat kagum dengan
kepiawaian penulis yang sudah menjalin konflik cerita semenjak bab awal.
Penulis telah berhasil membuat landasan awal yang akan terhubung ke akhir
cerita. Hal ini agak berbeda dengan beberapa novel yang saya baca sebelumnya
dimana konfliknya tidak jelas dan berputar-putar. Nyata sekali, ketika
memutuskan membuat ceita, sang penulis sudah memiliki gambaran cerita yang
kokoh.
Di dalam jalinan alur cerita, penulis juga piawai memainkan
emosi pembaca. Ada
perpindahan dinamika dari kesan persaingan ke kesan lucu, dari kesan romance ke alur mengharukan. Semua
tertata apik, membuat pembaca tidak akan jenuh menghabiskan cerita.
Mengenai perihal gambaran kisah utamanya sendiri...Well, saya tidak akan membocorkan. Akan
tetapi, saya akan sedikit memberikan gambara kecil agar Anda tertarik membaca.
Kisah ini menceritakan mengenai kisah cinta segitiga antara Mariska dengan
Mario dan Niko. Mariska merupakan seorang karyawati cantik yang terkesan alergi
dalam memulai hubungan percintaan, dihadapkan dengan Niko—atasan yang suka
mencari perhatian, dan Mario yang merupakan playboy
serampangan. Ada
pula rahasia masa lalu yang pada akhirnya mencuat ke permukaan. Pokoknya seru
dan mengharukan!
Mengenai akhir cerita, novel ini benar-benar membuat klimaks
yang bagus. Tidak ada yang menggantung di akhir cerita, semua pertanyaan dan
misteri, terjawab di akhir. Suatu akhir cerita yang akan membuat pembaca
terbayang terus, bahkan setelah selesai membaca. Kisah yang tidak akan
terlupakan. Itulah beberapa kelebihan novel tersebut.
Sedangkan, mengenai kekurangan, hanya mengenai hal-hal
teknis semata, yaitu kualitas kertas novel yang tipis dan mudah rusak. Hal ini
bisa dimaklumi, mungkin penerbit ingin mengefisiensikan biaya operasional
sehingga harga jual buku bisa terjangkau masyarakat. Dan, harga buku ini
benar-benar sangat terjangkau.
Overall, kalau disuruh memilih satu dari lima bintang sebagai penilaian atas buku ini, maka saya akan memberikan empat bintang. Lalu untuk
Anda pecinta novel romance, tidak
boleh melewatkan buku ini ke dalam daftar baca Anda. Sekian resensi dari saya,
semoga memuaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar