Jumat, 31 Agustus 2012

Resensi Novel Because of You


Ketika pertama kali memikirkan holiday, hal pertama yang terbayang di dalam benak saya adalah bagaimana mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat. Saya membuka laptop, ingin meneruskan beberapa naskah fiksi yang belum selesai. Sayangnya, ketika membuka aplikasi Word, saya hanya bisa mengamati kelap-kelip kursor di sana. Termenung dalam kegamangan seorang penulis, mencoba memikirkan sebuah paragraf yang hangat, manis, dan menimbulkan kesan mendalam bagi pembaca.
Lama berpikir, akhirnya saya memutuskan untuk terlebih dahulu mencari bahan-bahan bacaan referensi. Diharapkan dari situ feeling dan wawasan menulis saya bisa lebih baik. Saya pun menelepon salah seorang sanak famili, menitip beberapa bahan bacaan.
Dua hari setelahnya, tiga buah novel tersaji di hadapan saya. Saya melirik cover dan judul novel tersebut satu-persatu, hendak memutuskan bahan bacaan pertama.
Baiklah, saya akan membaca novel ini terlebih dahulu, bisik saya dalam hati, sambil membuka sampul buku karangan Kak Kezia—yang juga salah seorang teman Fb saya. Warna cover yang mencolok, menjadi alasan saya memilih buku tersebut.
Nah, di blog ini saya akan mencoba membuat resensi mengenai karyanya. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi juga bagi Anda, penulis yang sedang gamang seperti saya. Atau, bagi Anda, para pembaca yang sedang mencari bahan bacaan fiksi berkualitas. Enjoy it  ^_^

Senin, 14 Mei 2012

THE BREAKTHROUGH: Sebuah Buku Inspirasional

Malam itu adalah awal semuanya. Akan keheningan yang menawan hati, akan pikiran yang banyak bercerita, dan sebuah panggilan untuk menjawab perubahan. Dengan penuh keheningan, saya menatap ke arah cermin, dimana hanya biasan diri yang saya temui. Akhirnya, saya memulai sebuah langkah besar. Sebuah langkah yang juga menjadi sebuah pemberontakan. Malam itu telah menjadikan malam-malam selanjutnya jauh berbeda, karena saya memutuskan untuk melakukan suatu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu MENULIS.

Saya menyadari ada begitu banyak hal yang bisa ditulis, namun pilihan hati menggerakan jemari saya untuk menulis sebuah buku yang kritis. Sebuah loncatan hati akan kegelisahan (sekaligus ketidakpuasan) terhadap sistem institusi keagamaan yang ada selama ini. Dalam mata saya, putih itu tidak berarti terang. Putih itu seringkali hanya fatamorgana biasan aneka tampilan belaka. Putih itu tidak lagi menjadi seputih kelihatannya.

Minggu, 01 Januari 2012

Kesempatan

Saat-saat awal tahun menjadi waktu yang menyenangkan bagi sebagian orang. Ada banyak harapan dan janji yang ingin  diraih di tahun ini. Ada yang menginginkan karir yang lebih baik, ada yang ingin menjadi pribadi yang lebih bernilai, ada yang ingin memulai suatu hal yang baru, dan sebagainya. Semuanya memang merupakan suatu hal yang wajar. Hanya saja banyak orang yang pada akhirnya tidak melakukan apa-apa untuk meraih hal tersebut. Mereka hanya menunggu Tuhan yang merealisasikan hal tersebut.