Manusia adalah makhluk yang perasa. Hal ini karena manusia memiliki emosi atau perasaan. Emosi atau perasaan tersebut diantaranya meliputi marah, sedih, bahagia, bangga, dll. Akan tetapi tahukah Anda bahwa telah berabad-abad lamanya manusia tidak menjadi tuan atas perasaannya.
Manusia menjadi terlalu lemah karena ia tidak mau menjadi tuan atas perasaannya. Biar saya jelaskan singkat...Tahukan Anda bahwa seringkali perasaan kita itu terbentuk karena hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita.Contohnya: apabila ada orang yang merendahkan kita maka kita menjadi rendah diri, apabila ada orang yang menyakiti kita maka kedamaian kita menjadi terusik dan kita terpenuhi oleh perasaan dendam,dll. Itulah yang saya sebut menjajah kita.
Biar saya berikan paradigma yang baru untuk Anda... Kita bisa menjadi tuan atas perasaan kita selama kita tidak mengijinkan hal-hal buruk yang terjadi diluar kita membentuk perasaan kita.Kitalah yang mengendalikan perasaan kita bukan perasaan yang mengendalikan kita. Seorang budayawan pernah mengatakan bahwa kebahagiaan itu adalah perasaan dalam diri kita yang terbentuk tanpa situasi luar yang terjadi pada diri kita.
Untuk itu kuncinya: "Kalau kebahagiaan itu adalah sebuah perasaan maka untuk bahagia cukuplah dengan merasa bahagia." Pada saat Anda mengerti hal ini barulah Anda menjadi tuan atas perasaan Anda.
Manusia menjadi terlalu lemah karena ia tidak mau menjadi tuan atas perasaannya. Biar saya jelaskan singkat...Tahukan Anda bahwa seringkali perasaan kita itu terbentuk karena hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita.Contohnya: apabila ada orang yang merendahkan kita maka kita menjadi rendah diri, apabila ada orang yang menyakiti kita maka kedamaian kita menjadi terusik dan kita terpenuhi oleh perasaan dendam,dll. Itulah yang saya sebut menjajah kita.
Biar saya berikan paradigma yang baru untuk Anda... Kita bisa menjadi tuan atas perasaan kita selama kita tidak mengijinkan hal-hal buruk yang terjadi diluar kita membentuk perasaan kita.Kitalah yang mengendalikan perasaan kita bukan perasaan yang mengendalikan kita. Seorang budayawan pernah mengatakan bahwa kebahagiaan itu adalah perasaan dalam diri kita yang terbentuk tanpa situasi luar yang terjadi pada diri kita.
Untuk itu kuncinya: "Kalau kebahagiaan itu adalah sebuah perasaan maka untuk bahagia cukuplah dengan merasa bahagia." Pada saat Anda mengerti hal ini barulah Anda menjadi tuan atas perasaan Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar